Lila

Lila

Jumat, 06 Desember 2013

SOFTWARE APLIKASI KIMIA

Berikut adalah software aplikasi kimia yang cocok untuk materi :
  • Kelimpahan unsur di alam
  • Sifat fisis dan sifat kimia unsur-unsur gas mulia, halogen, alkali, alkali tanah, periode 3 dan periode 4

1. KALZIUM

 
Apa itu kalzium??? Mungkin yang terlintas di pikiran kalian kalzium adalah unsur dalam sistem periodik unsur yang biasa disimbolkan dengan lambang Ca bukan??? Kalau benar begitu, anda salah :D
Kalzium adalah nama sebuah software (open source software - OSS) yang memanfaatkan tabel periodik untuk mengeksplorasi setiap unsur. Tapi ternyata tidak sekedar tabel periodik biasa, lebih dari sekedar tabel periodik. Kalzium berasal dari bahasa Jerman dari kata kalsium. Saat ini Kalzium sampai di versi Hidrogen. Untuk diketahui semenjak Kalzium menjadi aplikasi standalone ia versinya akan dinamai dengan urutan nama unsur dalam tabel periodik.
Nah pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang apa sih kalzium itu dan apa sih gunanya??? Sebelum itu, cara mendapatkan aplikasi ini sangat mudah, seperti yang sudah saya tulisakan tentang ”Cara mengintall aplikasi kimia pada linux”. Tentunya temen-temen sudah baca kan caranya???

Oke langsung saja...
Setelah diinstall, saat temen-temen buka aplikasi kalzium, kalian akan mendapatkan tampilan seperti di bawah ini.

Pada pojok kiri atas terdapat menu untuk merubah bentuk SPU, kita bisa merubahnya sesuai dengan keinginan kita, bentuk SPU pendek, panjang atau yang lain. Tampilan yang saya sajikan diatas adalah jenis SPU pendek.
Untuk bentuk SPU yang lain bisa dilihat pada gambar berikut ini :
  • Bentuk SPU panjang
  •  Bentuk SPU klasik

  • Transition Elements

  •  DZ Periodic Table

Lalu apabila kita meng-klik salah satu unsur, maka aplikasi ini akan memberikan informasi kepada kita tentang unsur tersebut. Misal kita meng-klik unsur Li, maka akan muncul informasi mengenai unsur tersebut (misal titik leleh, titik didih, afinitas elektron, dll) seperti yang terdapat pada tampilan berikut :










Software ini sangat cocok untuk materi yang tersebut di atas, karena bisa menampilkan sifat fisis dan sifat kimia dari berbagai macam unsur.

2. GPeriodic

Pada dasarnya aplikasi ini sama seperti kalzium yang berupa sistem periodik unsur. Namun aplikasi ini hanya berfungsi untuk memaparkan informasi dari unsur-unsur. Tidak seperti kalzium yang sudah dilengkapi dengan menu lain yang lengkap, seperti Isotope Table, Molecular Editor, Perform Calculations, dll.

Tampilan dari aplikasi ini adalah sebagai berikut :

Apabila kita meng-klik salah satu unsur, maka akan muncul informasi mengenai unsur tersebut seperti nama unsur, simbol, nomor atom, massa jenis, titik leleh, titik didih, dll. Sebagai contoh, apabila kita meng-klik unsur Ca maka akan muncul informasi mengenai unsur Ca, seperti pada tampilan berikut :


3. Periodic Table

Aplikasi ini sama seperti aplikasi yang sudah saya sebutkan diatas yaitu berupa sistem periodik unsur yang dapat memunculkan informasi setiap unsur. Tampilan dari aplikasi ini adalah sebagai berikut :

Apabila kita meng-klik salah satu unsur, sebagai contoh adalah unsur Ca, maka akan muncul tampilan sebagai berikut :




4. Periodic table of the elements

Aplikasi ini juga sama seperti yang sudah saya sebutkan diatas, yaitu berupa sistem periodik unsur. Hanya berbeda pada tampilannya saja.
Beginilah tampilan dari aplikasi ini :


Apabila kita meng-klik salah satu unsur, maka akan muncul tampilan sebagai berikut :



5. Molecular Weight Calculator 1.0.1

Molecular Weight Calculator ini digunakan untuk menghitung berat dari suatu molekul. Aplikasi ini akan memungkinkan Anda untuk melakukan perhitungan berat molekul dari setiap rumus kimia. Berkaitan dengan perhitungan massa pada materi konsep mol. Hal ini mudah digunakan dan akurat, mengandung tabel periodik tertanam dalam bentuk elements insert mudah dari tabel periodik. Aplikasi ini cocok untuk mahasiswa, ahli kimia, ilmuwan, guru dan analis.
Berikut adalah beberapa fitur kunci dari “Molecular Weight Calculator 1.0.1″ :
  • Mudah digunakan sebagai kalkulator molekul 
  • Menghitung berat molekul atau massa molar dari setiap rumus kimia
  • Memasukkan unsur-unsur dari tabel periodik yang tertanam
Berikut ini adalah platform dari Molecular Weight Calculator 1.0.1


6. Chemix School
Chemix School adalah software kimia yang bermanfaat dalam melakukan perhitungan dalam kimia. Software ini memiliki fitur-fitur yang menarik seperti tabel periodik, molecular 3-D Viewer, dictionary, gas equation, dan lainnya. Software ini sangat cocok bagi siswa dan guru yang mengeluti bidang kimia.Selain itu, terdapat kalkulator serba fungsi yang akan mempermudah kita dalam perhitungan kimia.
Aplikasi ini sangat cocok untuk materi kelimpahan unsur di alam, karena terdapat menu periodic table yang dapat menampilkan sifat fisis dan sifat kimia dari unsur-unsur yang diinginkan.

7. Software Sistem Periodik Unsur (Kimia)



Di  kelas sering kali guru kimia merasa kesulitan dalam melakukan visualisasi terhadap sifat-sifat unsur serta kecenderungannya dalam Sistem periodik Unsur, pada umumnya yang dilakukan adalah dengan meng-convert harga sifat-sifat keperiodikan dalam tabel, yang kemudian disampaikan kepada siswa, permasalahan yang dihadapi adalah bahwa dalam proses tersebut tidak semua guru dapat mempresesntasikan kecenderungan tersebut dengan baik dalam bentuk tabel, hingga pada akhirnya ditempuh jalan yang paling mudah yaitu dengan menghafalkan kecenderungan sifat keperidikan dalam satu golongan dan satu periode yang kemudian menggeneralisasikan untuk golongan dan periode yang lain.


 Terdapat beberapa kelebihan dari software ini dari kesempatan mencoba, yaitu :

    1. Ukuran file instalasi yang relatif kecil yang hanya 5,3 M (seukuran dengan 1 file lagu MP3).
    2. Penggunaan yang mudah dengan Navigasi dan Ikon yang jelas.
    3. Ikon-ikon utama yang memudahkan kita untuk : 
  • melihat SPU secara keseluruhan
  • melihat grafik kecenderungan sifat keperiodikan unsur.
  • Ikon Seacrh yang memungkinkan kita melakukan pencarian terhadap suatu unsur
  • Ikon komparasi data jari-jari atom dari 2 unsur yang berbeda 
  • Simulasi dari Konfigurasi elektron dari unsur yang diinginkan

Disamping hal tersebut terdapat juga jendela yang memungkinakn kita untuk memahami lebih jauh dari unsur yang kita inginkan lengkap dengan navigasi seperti pada sebuah browser. Dijendela ini anda dapat mendapatkan informasi lebih tentang sifat-sifat fisika dan kimia, cerita tentang penemuan hingga kegunaan dari unsur tersebut. dan Jika anda terkoneksi dengan internet maka anda bisa mendapatkan add on yang menarik dari progam ini seperti quiz dan sebagainya.

8. GElement (Program Kimia ChemPup)

   GElement merupakan salah satu perangkat lunak yang di "bundle" bersama chempup. Software ini adalah tabel periodik unsur yang memiliki informasi dari setiap unsur yang disajikan. Salah satu kelebihan software ini adalah kita bisa mendapatkan informasi yang sangat banyak dari masing-masing unsur. Kita bisa mendapatkan informasi umum mengenai unsur tersebut semisal kaum, periode, penemu dan tempat ditemukannya, lalu kita juga bisa mengetahui sifat fisik dan atom dari unsur. Satu hal lagi yang menarik dari software ini kita dapat mengurutkan unsur-unsur yang ada di tabel periodik sesuai dengan keinginan kita yaitu dengan mengubah sudut pandangnya menjadi bentuk tabel.

       GElement sebenarnya merupakan aplikasi yang dapat dipasang pada setiap sistem operasi Linux. Menurut saya GElement atau dengan nama sedikit beda GElemental namun tampilannya lebih bagus.

  

        Tapi kali ini saya membahasannya setelah saya mencoba menggunakan ChemPup dalam Puppy Linux. Seperti halnya aplikasi yang menyajikan tabel periodik tentu akan memberikan informasi sedatail mungkin dengan tampilan yang sangat menarik. Tak terlalu banyak lebih-nya pada aplikasi yang satu ini.

       Pada GElement ini kita bisa melihat properti terkait unsur masing-masing mulai dari informasi yang tergolong umum, sifat fisik, maupun sifat atomiknya.




 
       Dari tabel ini kita juga bisa menelusuri lebih lanjut mengenai sumber yang dijadikan patokan pemberian nilai-nilai variabel sifat.


       Berikut ini adalah screenshoot tampilan GElement model list, bukan dalam bentuk tabel seperti yang terlihat pada gambar-gambar sebelumnya. Kita bisa mengurutkan berdasarkan header tabel list yang ada juga bisa melihat sifat berdasarkan sifat umum (general), sejarah, sifat fisik, sifat termal, sifat atomik, bentuk kristalografik, elektronik dan sebagainya.


Aplikasi ini sangat cocok digunakan mengajarkan materi yang terkait sengan sistem periodik, struktur atom dan kimia unsur. Meskipun belum mendapatkan yang dapat dipasang di sistem operasi windows, softaware serupa sudah banyak tersedia, baik dalam bentuk flash maupun web atau yang harus diinstall terlebih dahulu.

Sumber :
http://urip.wordpress.com/





Semoga bermanfaat...Amin :)

Kamis, 05 Desember 2013

SIFAT FISIS DAN SIFAT KIMIA UNSUR-UNSUR

ALKALI
Sifat Fisika Unsur Golongan Alkali



Jari-jari atom dan massa jenis bertambah sedangkan titik Lebur dan titik didih. Sementara energi ionisasi dan keelektronegatifan berkurang. Potensial elektroda menggambarkan daya reduksi dalam larutan dari atas ke bawah cenderung bertambah kecuali Litium mempunyai potensial elektroda paling tinggi.

Sifat Kimia Unsur Golongan Alkali
  • Sangat reaktif, mudah terbakar oleh O2 dari Udara, sehingga harus disimpan dalam minyak tanah. Pada pembakaran selalu terbentuk peroksida. 
2 Na + O2 → Na2O2 Natrium peroksida 
  • Bereaksi sangat hebat dengan air, dimana makin ke bawah reaksinya semakin hebat (diseratai timbulnya panas) 
2Na + H2O → 2 NaOH + H2(g) + a kkal 
  • Mudah bereaksi dengan asam,membentuk garam dan gas hidrogen. 
2K + H2SO4 → 2 K2SO4 + H2 (g) 
  • Dapat bereaksi langsung dengan halogen, membentuk garam. 
2K + Br2 → 2 KBr
  • Reaksi nyala logam alkali (Litium, Natrium, Kalium, Cesium)


ALKALI TANAH
 
Sifat Fisika Unsur Golongan Alkali Tanah




Dari Berilium ke Barium jari-jari atom meningkat secara beraturan . Pertambahan jari-jari menyebabkan penurunan energi ionisasi dan keelektronegatifan. Potensial elektroda juga meningkat dari Kalsium ke Barium, akan tetapi Berilium menunjukan penyimpangan (potensial elektrodanya kecil). Hal ini disebabkan oleh energi ionisasi Berilium relatif besar. Titik lebur dan titik didih cenderung menurun dari atas ke bawah. Sifat-sifat fisis logam seperti titik lebur, titik didih, massa jenis, dan kekerasan, logam alkali tanah lebih besar dibandingkan dengan logam alkali seperiode. Hal ini disebabkan logam alkali tanah mempunyai dua elektron di kulit terluar (2 elektron valensi) sehingga ikatan logamnya lebih kuat.

Sifat Kimia Unsur Golongan Alkali Tanah
1. Dapat bereaksi dengan air membentuk basa
Ca + 2 H2O → Ca(OH)2 + H2(g)
2. Bereaksi dengan oksigen membentuk oksida basa
Sr + O2 → 2 SrO
3. Dapat bereaksi dengan hydrogen membentuk senyawa hidrida
Mg + H2 → MgH2
4. Dapat bereaksi dengan Nitrogen membentuk senyawa Nitrida
Mg + N2 → Mg3N2
5. Warna nyala logam alkali tanah



HALOGEN

Unsur halogen mudah menangkap sebuah elektron sehingga dapat membentuk ion negatif satu. Makin kecil nomor atomnya semakin mudah menangkap elektron, sehingga makin reaktif. Jadi F2 adalah unsur yang paling reaktif dan merupakan oksidator terkuat.
 

Sifat Unsur Halogen
 

Sifat Kimia

  • Larut dalam air, membentuk asam halogenida dan asam hipohalit. Larutan halogen , dalam air disebut aqua halogenida, yang bersifat oksidator. 
  • Dapat bereaksi dengan gas Hidrogen membentuk asam halogenida. Reaksi antara H2 dan Cl2 dipercepat dengan adanya sinar matahari sebagai katalisator. Reaksi ini dapat berlangsung karena pengaruh sinar Matahari disebut reaksi fotosintesa. 
  • Reaksi Dengan Basa membentuk garam 
  • Reaksi Dengan Logam Halogen bereaksi dengan logam menghasilkan logam halogenida dengan bilangan oksidasi yang tinggi. 
Sifat Fisika

Unsur Halogen (X) terdapat sebagai unsur diatomik. Kestabilan unsur halogen berkurang dari Cl2 ke I2. Pada pemanasan molekul X2 mengalami disosiasi atom-atomnya. Molekul halogen bersifat non polar.
Gaya dispersi (gaya London bertambah besar sesuai dengan bertambahnya Massa molekulnya (Mr)). Maka titik lebur dan titik didih halogen meningkat dari F2 ke I2. Pada suhu kamar Fluorin dan Klorin berupa gas, Bromin berupa zat cair yang mudah menguap, sedangkan Iodin berupa zat padat yang mudah menyublim.
Pada pemanasan, Iodin pada tidak mencair melainkan lengsung menguap. Halogen mempunyai warna dan bau tertentu, Fluorin berwarna kuning muda, Klorin berwarna hijau muda (kloros berarti hijau), Bromin berwarna merah tua, Iodin pada berwarna hitam sedangkan uap Iodin berwarna ungu. Semua berbau rangsang dan menusuk. Larutan halogen juga berwarna. Larutan klorin berwarna hijau muda, larutan bromin berwarna coklat merah (makin merah jika makin pekat), sedangkan larutan Iodin berwarna coklat. Halogen lebih mudah larut dalam pelarut non polar seperti karbon tetra klorida (CCl4) dan kloroform (CHCl3), iodine berwarna ungu.
 

GAS MULIA

a. Sifat-sifat fisis gas mulia
Semua unsur gas mulia berupa gas pada suhu kamar dan mendidih hanya beberapa derajat diatas titik cairnya.
Gas mulia mempunyai titik leleh serta titik didih yang sangat rendah. Titik didih helium mendekati nol absolute (0 K). Titik didih hanya beberapa derajat diatas titik lelehnya. Seperti telah diketahui, gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik. Gas tarik-menarik antar molekulnya hanyalah gaya London (gaya dispersi) yang lemah. Oleh karena itu, gas mulia hanya akan mencair atau menjadi padat jika energi molekul-molekulnya menjadi sangat dilemahkan, yaitu pada suhu yang sangat rendah. Dari atas kebawah, seiring dengan bertambahnya massa aotm relative, gaya disperse makin besar dan titik leleh serta titik didihnyapun meningkat. Helium cair terdapat dalam dua bentuk yang disebut helium (I) dan helium (II). Helium (I) adalah cairan normal, sedangkan helium (II) merupakan superfluida yaitu cairan yang sangat mudah mengalir (tanpa viskositas). Helium (II) mempunyai daya hantar kalor yang luar biasa besarnya.

b. Sifat-sifat kimia gas mulia

1. Kereaktifan Gas Mulia Sangat Rendah
Telah dsebutkan bahwa gas mulia bersifat inert (lembam). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia. Gas-gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik (atom-atomnya berdiri sendiri). Untuk jangka waktu yang cukup lama, usaha-usaha untuk mensintesis senyawa gas mulia tidak membawa hasil. Oleh karena itu para ahli yakin bahwa gas mulia benar-benar inert.
Menurut para ahli, kelembaman gas mulia berhubungan dengan konfigurasi elektronnya. Konfigurasi electron gas mulia dengan 8 elektron pada kulit terluar (dua untuk helium) merupakan konfigurasi electron yang paling stabil. Kestabilan gas mulia tercermin dari harga energy pengionan yang besar menunjukkan sukarnya unsur-unsur itu untuk melepas electron, sedangkan harga afinitas electron yang rendah menunjukkan kecilnya kecenderungan untuk menyerap electron. Jadi, unsure gas mulia tidak berkecenderungan untuk melepas maupun menyerap electron. Oleh karena itu unsur-unsur gas mulia tidak mudah terlibat dalam reaksi kimia.

2. Makin Besar Jari-jari Atom Makin Reaktif
Dunia kimia seperti terguncang ketika pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia dari Kanada, berhasil membuat suatu senyawa stabil dari xenon, yaitu XePtF6. Penemuan itu telah mendobrak kegaiban gas mulia. Tidak lama emudian, ahli riset lainnya dapat membuat berbagai senyawa dari xenon, radon dan krypton. Radon ternyata dapat bereaksi spontan dengan fluorin, sedangkan xenon memerlukan pemanasan atau penyinaran untuk memulai reaksi. Krypton lebih sukar, hanya bereaksi dengan fluorin jika disinari atau jika diberi loncatan muatan listrik. Sementara itu helium, neon dan argon ternyata lebih sukar bereaksi dan belum berhasil dibuat suatu senyawa dari ketiga unsure itu.
Fakta diatas menunjukkan bahwa kereaktifan gas mulia bertambah besar sesuai dengan pertambahan jari-jari atomnya, yaitu dari atas kebawah. Pertambahan jari-jari atom mengakibatkan daya tarik inti terhadap electron kulit luar berkurang, sehingga elektronnya makin mudah ditarik oleh atom lain. Walaupun senyawa gas mulia telah berhasil dibuat, namun harus tetap diakuai bahwa unsure gas mulia lebih stabil dari semua golongan lainnya. Unsur gas mulia hanya dapat berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif, seperti fluorin dan oksigen.
Setelah senyawa gas mulia berhasil dibuat, istilah gas inert (lembam) tidak sesuai lagi. Para ahli lebih cenderung menggunakan istilah gas mulia, yang berarti stabil atau sukar bereaksi, serupa dengan istilah lagam mulia yang digunakan untuk emas dan platina.
  

UNSUR PERIODE KETIGA



Sifat Fisika dan Kimia



a. Sifat Fisika Unsur-unsur Periode Ketiga
Unsur-unsur yang ada di dalam periode ketiga terdiri dari unsur logam (Na, Mg, Al), metaloid (Si), nonlogam (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar). Keelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin besar diakibatkan oleh jari-jari atomnya yang semakin ke kanan semakin kecil. Kekuatan ikatan antaratom dalam logam meningkat (dari Na ke Al). Hal ini berkaitan dengan pertambahan elektron valensinya. Silikon merupakan semikonduktor/isolator karena
termasuk metaloid. Unsur ini mempunyai ikatan kovalen yang sangat besar, begitu juga dengan fosfor, belerang, dan klorin yang merupakan isolator karena termasuk unsur nonlogam (Sumber: http://www.chem-is-try.org).

b. Sifat Kimia Unsur-unsur Periode Ketiga
Natrium merupakan reduktor terkuat, sedangkan klorin merupakan oksidator terkuat. Meskipun natrium, magnesium, dan aluminium merupakan reduktor kuat, tetapi kereaktifannya berkurang dari Na ke Al. Sedangkan silikon merupakan reduktor yang sangat lemah, jadi hanya dapat bereaksi dengan oksidator-oksidator kuat, misalnya klorin dan oksigen. Di lain pihak selain sebagai reduktor, fosfor juga merupakan oksidator lemah yang dapat mengoksidasi reduktor kuat, seperti logam aktif. Sedangkan belerang yang mempunyai daya reduksi lebih lemah daripada fosfor ternyata mempunyai daya pengoksidasi lebih kuat daripada fosfor. Sementara klorin dapat mengoksidasi hampir semua logam dan nonlogam karena klorin adalah oksidator kuat.Unsur-unsur periode ketiga, yaitu NaOH, Mg(OH)2, Al(OH)3, H2SiO3, H3PO4, H2SO4, dan HClO4.
Sifat hidroksida unsur-unsur periode ketiga tergantung pada energi ionisasinya. Hal ini dapat dilihat dari jenis ikatannya. Jika ikatan M – OH bersifat ionik dan hidroksidanya bersifat basa karena akan melepas ion OH– dalam air, maka energi ionisasinya rendah. Tetapi jika ikatan M – OH bersifat kovalen dan tidak lagi dapat melepas ion OH–, maka energi ionisasinya besar. NaOH tergolong basa kuat dan mudah larut dalam air, Mg(OH)2 lebih lemah daripada NaOH tetapi masih termasuk basa kuat. Namun Al(OH)3 bersifat amfoter, artinya dapat bersifat asam sekaligus basa. Hal ini berarti bila Al(OH)3 berada pada lingkungan basa kuat, maka akan bersifat sebagai asam, sebaliknya jika berada pada lingkungan asam kuat, maka akan bersifat sebagai basa. Sedangkan H2SiO3 atau Si(OH)4, merupakan asam lemah dan tidak stabil, mudah terurai menjadi SiO2 dan H2O. Begitu pula dengan H3PO4 atau P(OH)5 yang juga merupakan asam lemah. Sementara H2SO4 atau S(OH)6 merupakan asam kuat, begitu juga HClO4 atau Cl(OH)7 yang merupakan asam sangat kuat.


UNSUR PERIODE KEEMPAT

1. Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat

Sifat-sifat unsur peralihan deret pertama dari Sc sampai Cu adalah mempunyai titik cair yang tinggi, daya hantar listrik yang baik, dan kekerasan yang sedang sampai tinggi.
Skandium dan zink berwarna putih, tidak seperti senyawa unsur lain yang pada umumnya berwarna. Hal ini karena skandium dan zink masing-masing mempunyai satu macam bilangan oksidasi yaitu +3 dan +2.

2. Sifat Kimia Unsur Transisi Periode Keempat

Unsur transisi mempunyai sifat khas yang berbeda dengan unsur lain. Adapun sifat khasnya antara lain, sebagai berikut:

a. Mempunyai Berbagai Macam Bilangan Oksidasi
Unsur transisi memiliki elektron pada orbital d. Energi elektron dalam orbital d hampir sama besar. Untuk mencapai kestabilan, unsur-unsur ini membentuk ion dengan cara melepaskan elektron dalam jumlah yang berbeda. Oleh karena itu unsur-unsur ini mempunyai dua macam bilangan oksidasi atau lebih dalam senyawanya.

b. Banyak Senyawaannya Bersifat Paramagnetik
Sifat magnetik suatu zat apakah terdiri atas atom, ion atau molekul ditentukan oleh struktur elektronnya. Interaksi antara zat dan medan magnet dibedakan menjadi dua, yaitu diamagnetik dan paramagnetik.
Zat paramagnetik tertarik oleh medan magnet, sedangkan zat diamagnetik tidak. Banyak unsur transisi dan senyawaannya bersifat paramagnetik. Hal ini disebabkan adanya elektron yang tidak berpasangan.
Perkiraan momen magnetik yang disebabkan oleh spin elektron tak berpasangan ditentukan dengan persamaan berikut. Makin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan, makin besar momen magnetiknya sehingga makin besar sifat paramagnetik.

c. Ion Unsur Transisi Berwarna
Berbeda dengan unsur-unsur alkali dan alkali tanah, pada umumnya ion unsur transisi membentuk senyawa berwarna. Ion-ion dengan tingkat oksidasi yang berbeda mempunyai warna yang berbeda.
Misal, terjadinya warna pada ion unsur transisi karena ion unsur transisi mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada subkulit 3d dan elektron-elektron itu terpecah dengan tingkat energi yang berbeda.
Elektron-elektron itu tereksitasi dari tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi dengan menyerap energi. Perubahan tingkat energi ini setara dengan energi cahaya tampak.Adapun pada ion zink tidak berwarna, karena orbital d sudah penuh elektron sehingga tidak terjadi perpindahan energi pada orbital d.

d. Unsur-Unsur Transisi dapat Membentuk Senyawa Kompleks (Senyawa Koordinasi)
Senyawa koordinasi terdiri atas ion logam positif yang disebut juga atom pusat dan sejumlah gugus koordinasi yang disebut ligan. Ion positif bertindak sebagai asam Lewis dan ligan merupakan basa Lewis.
Pada umumnya kation yang dapat membentuk senyawa kompleks adalah ion-ion unsur transisi, namun dikenal pula beberapa senyawa koordinasi unsur representatif seperti Mg(III), Ca(II), Al(III), Pb(II), Sn(II), Sn(IV), dan Sb(III).
Ligan yang merupakan basa Lewis sekurang-kurangnya harus mempunyai sepasang elektron bebas dalam orbital ikatan. Perbandingan besarnya ligan dan atom pusat menentukan jumlah ligan maksimum yang dapat diikat.
Jumlah ikatan kovalen koordinasi yang dapat terbentuk pada pembentukan kompleks disebut bilangan koordinasi dari ion pusat.
Nah itulah beberapa sifat-sifat unsur transisi. Ingat! Pembahasan di sini tidak terlalu mendalam dan jika ingin mengerjakan tugas bersumber dari sini harap cek kembali, karena ilmu pengetahuan selalu berkembang.




MATERI KELIMPAHAN UNSUR DI ALAM

A. PENDAHULUAN
          
        Pada pelajaran bab ini akan dipelajari tentang kelimpahan unsurunsur di alam, sifat-sifat unsur-unsur halogen, gas mulia alkali, alkali tanah, unsur-unsur periode ketiga dan unsur-unsur transisi periode keempat, pembuatan dan kegunaan unsur-unsur halogen gas mulia, alkali tanah, unsurunsur periode ketiga dan unsur transisi periode keempat, dan menentukan kadar zat dalam senyawa.
          Beberapa unsur logam dan nonlogam, dalam bentuk unsur maupun senyawanya, banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan beberapa unsur logam dan nonlogam meningkat dengan berkembang pesatnya industri, baik sebagai alat, bahan dasar, maupun sumber energi. Unsur-unsur logam umumnya diperoleh sebagai bijih logam dalam batuan. Alam Indonesia sangat kaya akan sumber mineral bijih logam, karena itu perlu penguasaan teknologi untuk mengolahnya menjadi logam yang dibutuhkan.

1. Kelimpahan Unsur-Unsur Di Alam
              
         Unsur-unsur di alam lebih banyak berupa senyawa dibandingkan dalam keadaan bebas sesuai bentuk unsurnya. Unsur gas mulia terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk senyawa alami di alam. Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan sisanya merupakan unsur buatan seperti plutonium dan amerisium. Beberapa unsur logam dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawa seperti emas, perak, platina, dan tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau senyawa yang banyak terdapat dalam bahanbahan alam disebut mineral. Mineral diolah untuk diambil unsurnya, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan seharihari. Tidak semua mineral dilakukan pengolahan, tergantung besarnya kandungan unsur di dalamnya dan tingkat kesukaran proses pengolahannya. Dewasa ini orang lebih memilih mendaur ulang aluminium bekas daripada mengambil dari bijihnya karena biayanya lebih murah.

Tabel 1 : Kelimpahan Unsur Di Alam

1. Komposisi alkali dalam kerak bumi
        Logam alkali termasuk logam yang sangat reaktif. Di alam tidak terdapat dalam keadaan bebas, melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawaUnsur yang paling banyak adalah Na dan K. Kedua
unsur ini banyak terdapat dalam air laut dalam bentuk senyawa NaCl dan KCl.
 
2. Unsur-unsur alkali tanah tidak terdapat bebas di alam, tetapi terdapat dalam bentuk senyawanya
     a. Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6).
     b. Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).
     c. Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum (CaSO4.2H2O).
     d. Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4).
     e. Barium sebagai bijih barit (BaSO4).

3. Unsur-unsur periode ketiga di alam

4. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam
           Di alam unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam senyawa/mineral berupa oksida, sulfida, atau karbonat. Berikut ini tabel beberapa mineral terpenting dari unsur-unsur transisi periode keempat.